Pendidikan Indonesia dan Fasilitas Belajar


Abad 21 dikenal sebagai era globalisasi dan informasi. Dalam era ini laju informasi berjalan dengan sangat cepat. Segala sesuatu yang terjadi di seantero dunia dapat diakses dan diketahui dalam hitungan detik. Begitu juga masalah-masalah budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat. Persaingan dalam seluruh segmen kehidupan terjadi dan terbuka lebar. Dalam upaya menjawab tantangan ini, maka perlu adanya perkembangan sumber daya manusia yang diprioritaskan. Salah satunya melalui pendidikan.
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian serta mempertebal semangat kebersamaan agar dapat membangun diri sendiri dan besama-sama membangun bangsa. Disamping itu pendidikan merupakan bagian yang penting bagi manusia, karena pendidikan menyangkut kelangsungan hidup manusia. Manusia muda tidak hanya cukup tumbuh dan berkembang dengan dorongan dalam dirinya saja, melainkan perlu bimbingan dan dorongan dari luar dirinya agar menjadi manusia sempurna.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Bab I pasal 1 menyatakan :
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara Begitu pentingnya pendidikan bagi diri sendiri, Masyarakat maupun bangsa dan negara, sebagai wujud perhatian negara Republik Indonesia, maka pemerintah berusaha meningkatkan mutu pendidikan sekarang ini.[1]



Dengan demikian pendidikan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengubah perilaku menjadi yang diinginkan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku. Peningkatan mutu pendidikan senantiasa disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membuat pembangunan bangsa menjadi lebih baik dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Pendidikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari tiga komponen, yaitu; masukan (input), proses (process) dan keluaran (output). Ketiga komponen tersebut merupakan kunci dalam penyelenggaraan pendidikan. Komponen input terdiri dari siswa dengan segala macam aspeknya seperti kedisiplinan, motivasi, kecerdasan, bakat, minat dan kemandirian. Komponen proses di dalamnya terdapat antara lain: raw input atau masukan mentah, instrumental input atau masukan alat dan juga pengaruh lingkungan atau environmental. Sementara itu aspek keluaran merupakan produk dalam hal ini adalah produk SDM yang diharapkan akan mampu menjadi roda penggerak pembangunan bangsa dan negara. [2]
Untuk memperoleh suatu output pendidikan yang baik, dalam praktek penyelenggaraan pendidikan, sekolah merupakan tempat terjadinya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan siswa. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang berbeda dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Belajar mengacu pada kegiatan siswa, sementara itu mengajar mengacu kepada kegiatan guru. Belajar merupakan suatu Proses perubahan tingkah laku seseorang berkat pengalaman dan latihan. Sedangkan mengajar merupakan suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak sehingga terjadi proses belajar. Jadi belajar mengajar merupakan interaksi edukatif antara guru dengan siswa.
Usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan antara lain peningkatan mutu para guru, pembaharuan kurikulum sampai dengan penambahan berbagai fasilitas belajar. Fasilitas belajar yang diberikan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mempermudah pengaksesan informasi yang dibutuhkan dalam konteks pembelajaran. “Meskipun usaha-usaha tersebut telah dilakukan tetapi masih banyak sekolah-sekolah yang menghasilkan lulusan yang kurang berkualitas”.[3]  Hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh ketidak mampuan tenaga pendidik atau pengajar maupun pihak sekolah dalam memaksimalkan fasilitas yang sudah diberikan. Seperti contohnya, banyak sekolah yang telah memiliki laboratorim bahasa, ilmu pengetahuan alam, komputer, dan sebagainya tapi kurang dapat menggunakannya. Bahkan untuk mengurangi resiko kerusakan, banyak dari sekolah yang memperoleh bantuan fasilitas tersebut yang meminimalisir penggunaan sarana yang sebenarnya diperuntukkan sebagai sarana belajar mengajar.
Di wilayah lain di Indonesia, keadaan bisa jadi jauh berbeda. Banyak sekolah yang bahkan untuk kebutuhan standar pengajaranpun tidak terpenuhi. Sarana sekolah yang tidak layak, sumber belajar yang masih minim, dapat ditemui di desa-desa terpencil di Indonesia. Bahkan ada beberapa kasus sekolah roboh yang baru-baru saja dimuat di media, yang akhirnya menyadarkan banyak pihak bahwa sarana dan perasarana pendidikan di Indonesia ternyata masih perlu banyak perhatian.
Berkaca dari segala kondisi yang ada, maka dirasakan perlu adanya pemerataan standarisasi fasilitas sekolah sekaligus himbauan mengenai penggunaannya. Sehingga sekolah-sekolah terpencil yang berada di plosokpun tetap dapat merasakan fasilitas yang baik atau paling tidak layak untuk digunakan, sehingga siswa siswi sekolah di Indonesia dapat memaksimalkan potensi dirinya dan menjadi lulusan yang berkualitas dikemudian hari. Semakin baik mutu pendidikan Indonesia, tentunya akan berpengaruh positif terhadap kemajuan Indonesia seutuhnya.




[1] undang-undang SISDIKNAS No. 20 Th. 2003 (Jakarta:Sinar Grafika, 2003) hal. 2
[2]  //http.google.com/pendidikan.htm. di akses tanggal 19 Februari 2010
[3] //http.google,com//peran pemerintah muntuk pendidikan.htm

1 komentar:

  1. yahhh memang pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa....
    tapi menurut saya sarana prasarana disetiap sekolah belum ada yang mendukung 100% demi untuk kelangsungan kegiatan belajar dan mengajar...............
    gimana solusi yang baik untuk masalah ini...
    follow me.
    www.duniaaanak.blogspot.com

    BalasHapus